Home » Posts tagged 'penggabungan usaha'

Tag Archives: penggabungan usaha

Makalah Penggabungan Usaha

Dunia usaha sekarang ini, semakin lama semakin berkembang dan persaingan dalam jenis produk, mutu atau kualitas suatu produk, maupun pemasarannya semakin ramai dan semakin ketat, sehingga seringkali timbul persaingan yang tidak sehat dan juga saling mengalahkan. Untuk mengatasi persaingan yang tidak sehat tersebut yang dapat saling merugikan antara satu perusahaan dengan perusahaan yang lainnya, perlu diadakan suatu bentuk kerjasama yang saling menguntungkan. Salah satu bentuk kerjasama yang dapat ditempuh adalah dengan mmenggabungkan dua perusahaan atau lebih baik yang sejenis maupun tidak sejenis menjadi satu.

Berdasarkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 22 Paragraf 08 Tahun 1999 menyatakan “Penggabungan Usaha adalah pernyataan dua atau lebih perusahaan yang terpisah menjadi satu entitas ekonomi karena satu perusahaan menyatu dengan perusahaan lain atau memperoleh kendali atas aktiva dan operasi perusahaan”. Sedangkan menurut Hadori Yunus (1982 : 224), “Penggabungan badan usaha adalah usaha untuk menggabungkan suatu perusahaan dengan satu atau lebih perusahaan lain ke dalam satu kesatuan ekonomi”.

Dari kedua definisi tersebut, dapat diambil kesimpulan bahwa penggabungan usaha merupakan usaha pengembangan atau perluasan usaha dengan cara menggabungkan dua atau lebih perusahaan menjadi satu kesatuan ekonomi. Dalam makalah atau paper ini, saya akan membahas lebih lanjut mengenai salah satu jenis penggabungan usaha yaitu akuisisi.

Ada beberapa pendapat dari para ahli tentang definisi akuisisi yang dapat dikemukakan sebagai berikut:

  • Menurut PSAK No. 2 Paragraf 08 Tahun 1999 menyatakan:

“Akuisis adalah suatu penggabungan usaha di mana salah satu perusahaan yaitu pengakuisis memperoleh kendali atas aktiva neto dan operasi perusahaan yang diakuisisi, dengan memberikan aktiva tertentu, mengakui suatu kewajiban, atau mengeluarkan saham”.

  • Sedangkan Michael A. Hitt, dkk (2002 : 259) menyatakan bahwa:

“Akuisisi yaitu memperoleh atau membeli perusahaan lain dengan cara membeli sebagian besar saham dari perusahaan sasaran”.

  • Definisi lainnya menurut P.S Sudarsanan (1999) dalam Christina (2003 : 9) menyatakan bahwa:

“Akuisisi dapat didefinisikan sebagai sebuah perjanjian, sebuah perusahaan membeli aset atau saham perusahaan lain, dan para pemegang dari perusahaan lain menjadi sasaran akuisisi berhenti menjadi milik perusahaan”.

  • Marcell Go dalam Christina (2003 : 9), dalam bukunya yang berjudul manajemen grup bisnis menyatakan bahwa:

“Akuisisi sering juga disebut sebagai investasi peranan modal. Akuisisi adalah penguasaan sebagian saham dari perusahaan subsidiary, melalui pembelian saham hak suara perusahaan subsidiary, dalam jumlah material (lebih dari 50%)”.

Jadi, akuisisi dapat disimpulkan sebagai pengambilalihan kepemilikan suatu perusahaan oleh perusahaan lain yang dilakukan dengan cara membeli sebagian atau seluruh saham perusahaan, dimana perusahaan yang diambil alih tetap memiliki hukum sendiri dan dengan maksud untuk pertumbuhan usaha.

Klasifikasi Akuisisi

Berdasarkan bentuk dasar akuisisi, terdapat tiga prosedur dasar yang tepat dilakukan perusahaan untuk mengambil alih perusahaan lain, yaitu:

1)      Merger atau konsolidasi

Istilah merger sering digunakan untuk menunjukkan penggabungan dua perusahaan atau lebih, dan kemudian tinggal nama salah satu perusahaan yang bergabung. Sedangkan konsolidasi menunjukkan penggabungan dari dua perusahaan atau lebih, dan dari perusahaan-perusahaan yang bergabung tersebut hilang, kemudian muncul nama baru dari perusahaan gabungan.

2)      Akusisi saham

Cara kedua untuk mengambil alih perusahaan lain adalah membeli saham perusahaan tersebut, baik dibeli secara tunai, ataupun menggantinya dengan sekuritas lain (saham atau obligasi). Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan untuk memilih antara akuisisi saham atau merger :

-          Dalam akuisisi saham, tidak diperlukan RUPS dan pemungutan suara.

-          Dalam akuisis saham, perusahaan yang akan mengakuisis dapat berhubungan langsung dengan pemegang saham target lewat tender offer.

-          Akuisisi saham seringkali dilakukan secara tidak bersahabat untuk menghindari manajemen perusahaan target yang seringkali menolak akuisisi tersebut.

-          Seringkali sejumlah minoritas pemegang saham dari perusahaan target tetap tidak mau menyerahkan saham mereka untuk dibeli dalam tender offer, sehingga perusahaan target tetap tidak sepenuhnya terserap ke perusahaan yang mengakuisisi.

3)      Akuisisi Aset

Suatu perusahaan dapat mengakuisisi perusahaan lain dengan jalan membeli aktiva perusahaan tersebut. Cara ini akan menghindarkan perusahaan dari kemungkinan memiliki pemegang saham minoritas, yang dapat terjadi pada peristiwa akuisisi saham. Akuisisi aset dilakukan dengan cara pemindahan hak kepemilikan aktiva-aktiva yang dibeli.

Alasan yang sering di kemukakan perusahaan ketika bergabung dengan perusahaan lain atau melakukan akuisisi adalah karena dengan akuisisi, perusahaan mampu mencapai pertumbuhan lebih cepat daripada harus membangun unit usaha sendiri. Selain itu, faktor paling mendasari peusahaan melakukan akuisisi adalah motif ekonomi untuk mendapat keuntungan.

Manfaat akuisisi:

1)      Mendapatkan cashflow dengan cepat karena produk dan pasar sudah jelas.

2)      Memperoleh kemudahan dana atau pembiayaan karena kreditor lebih percaya dengan perusahaan yang telah berdiri dan mapan.

3)      Memperoleh karyawan yang telah berpengalaman.

4)      Mendapatkan pelanggan yang telah mapan tanpa harus merintis dari awal.

5)      Memperoleh sisitem operasional dan administratif yang mapan

6)      Mengurangi resiko kegagalan bisnis karena tidak harus mencari konsumen baru.

7)      Menghemat waktu untuk memasuki bisnis baru.

8)      Memperoleh infrastruktur untuk mencapai pertumbuhan yang lebih cepat.

Kelemahan akuisisi:

1)      Proses integrasi yang tidak mudah.

2)      Kesulitan menentukan nilai perusahaan target secara akurat.

3)      Biaya konsultan yang mahal.

4)      Meningkatnya kompleksitas birokrasi.

5)      Biaya koordinasi yang mahal.

Proses Akuisisi

Proses akuisisi menurut P.S Sudarsaman (1999 : 50) dalam Christina (2003 : 15) terdiri dari tiga tahap, yaitu:

  1. Tahap persiapan, meliputi:

-          Mengembangkan strategi akuisisi, alasan penciptaan nilai dan kriteria akuisisi.

-          Meneliti, menyaring dan mengidentifikasi perusahaan target.

-          Evaluasi strategi terhadap sasaran dan menilai kelayakan akuisisi

  1. Tahap negosisasi, meliputi:

-          Pengembangan strategi pengarahan.

-          Mengevaluasi keuangan dan perhitungan harga perusahaan yang menjadi target.

-          Negosiasi dan transaksi pembiayaan.

  1. Tahap integrasi, meliputi:

-          Mengevaluasi kesehatan organisasi dan budaya perusahaan.

-          Mengembangkan pendekatan integrasi.

-          Menyesuaikan strategi, organisasi dan budaya antara perusahaan pengakuisisi dan perusahaan yang diakuisisi.

-          Hasil-hasil.

Metode Pencatatan dalam Akuisisi

Penggabungan badan-badan usaha tersebut dapat dipengaruhi oleh metode akuntansi yang diterapkan untuk mencatat akuisisi dan merger. Berdasarkan pendapat Beams (2002:6), ada dua macam metode akuntansi yang dikembangkan di Amerika Serikat dan kemudian dipakai di Indonesia yaitu:

  1. Polling of interest method (metode penyatuan kepemilikan).
  2. Purchase method (metode pembelian).

Metode Penyatuan Kepemilikan (polling of interest method)

Suatu penggabungan usaha yang memenuhi kriteria PSAK tahun 2007 No. 22 untuk penyatuan kepemilikan harus dipertanggungjawabkan sesuai dengan metode penyatuan. Dalam metode penyatuan kepemilikan, diasumsikan bahwa kepemilikan perusahaan-perusahaan yang bergabung adalah satu kesatuan dan secara relatif tetap, tidak berubah pada entitas akuntansi yang baru. Karena tidak ada salah satupun dari perusahaan-perusahaan yang bergabung telah dianggap memperoleh perusahaan-perusahaan yang bergabung lainnya, tidak ada pembelian, tidak ada harga pembelian, sehingga karenanya tidak ada dasar pertanggungjawaban yang baru.

Pada metode penyatuan, aktiva dan kewajiban dari perusahaan-perusahaan yang bergabung dimasukkan dalam entitas gabungan sebesar nilai bukunya. Oleh karena itu setiap goodwill pada buku masing-masing perusahaan yang bergabung akan dimasukkan sebagai aktiva pada entitas yang masih beroperasi (disatukan). Laba ditahan dari perusahaan-perusahaan yang bergabung juga dimasukkan dalam entitas yang disatukan, dan pendapatan yang bergabung untuk seluruh tahun dengan mengabaikan tanggal penggabungan usaha dilakukan.

Perusahaan-perusahaan terpisah dalam suatu penggabungan usaha masing-masing dapat menggunakan metode akuntansi yang berbeda untuk mencatat aktiva dan kewajiabannya. Dalam penggabungan secara penyatuan kepemilikan, jumlah yang dicatat oleh masing-masing perusahaan dengan menggunakan metode akuntansi yang berbeda dapat disesuaikan menjadi dasar akuntansi yang sama apabila perusahaan tersebut diperlukan oleh perusahaan lainnya. Perubahan metode akuntansi untuk menyesuaikan masing-masing harus berlaku surut, dan laporan-laporan keuangan yang disajikan untuk periode-periode sebelumnya harus disajikan kembali (restated).

Prosedur Akuntansi Akuisisi Metode Polling Of Interest

-          Semua aktiva dan kewajiban milik perusahaan yang bergabung dinilai pada nilai buku saat diadakan penggabungan.

-          Besarnya nilai investasi pada perusahaan yang bergabung sebesar jumlah modal perusahaan yang digabung atau sebesar aktiva bersih perusahaan yang digabung.

-          Bila terjadi selisih antara jumlah yang dibukukan sebagai modal saham yang diterbitkan ditambah kompensasi pembelian lainnya dalam bentuk kas ataupun aktiva lainnya dengan jumlah aktiva bersih yang diperoleh, maka harus diadakan penyesuaian terhadap modal perusahaan yang akan digabung.

-          Laporan keuangan gabungan adalah penjumlahan dari laporan keuangan milik perusahaan yang bergabung.

Metode Pembelian (Purchase Method)

Metode pembelian didasarkan pada asumsi bahwa penggabungan usaha merupakan suatu transaksi yang salah satu entitas memperoleh aktiva bersih dari perusahaan-perusahaan lain yang bergabung. Berdasarkan metode ini perusahaan yang memperoleh atau membeli mencatat aktiva yang diterima dan kewajiban yang ditanggung sebesar nilai wajarnya.

Biaya untuk memperoleh perusahaan (biaya perolehan) ditetapkan dengan cara yang sama seperti pada transaksi lain. Biaya ini dialokasikan pada aktiva dan kewajiban yang dapat diidentifikasikan sesuai dengan nilai wajarnya pada tanggal penggabungan. Menurut PSAK tahun 2007 No.19 setiap kelebihan biaya perolehan atas nilai wajar aktiva bersih yang diperoleh dialokasikan ke goodwill dan diamortisasikan selama maksimum 20 tahun.

Prosedur Akuntansi Akuisisi Metode Purchase

-          Menyesuaikan nilai aktiva dan kewajiban milik perusahaan yang akan digabung sebesar nilai wajarnya.

-          Mencatat transaksi penggabungan sebesar nilai investasinya (biaya perolehan). Jika pengakuisisi mengeluarkan saham, maka nilai wajar saham tersebut sebesar harga pasar pada tanggal transaksi penggabunga. Bila harga pasar tidak dapat digunakan sebagai indikator, maka diestimasi secara proporsional perusahaan pengakuisisi atau yang diakuisisi (mana yang lebih dapat ditentukan).

-          Membuat jurnal pemilikan aktiva dan kewajiban dari perusahaan yang digabung. Apabila terjadi selisih antara nilai investasi dengan aktiva bersih yang diterima perusahaan pengakuisisi, maka selisih tersebut dicatat ke dalam rekening goodwill pada kelompok aktiva.

Daftar Pustaka

http://dwiermayanti.wordpress.com/2009/10/15/penggabungan-badan-usaha-akuisisi/

http://diaryintan.wordpress.com/2011/03/26/metode-penggabungan-usaha-2/

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.