Start here

Tugas Teori Akuntansi UK 4

PENERAPAN MANAJEMEN LABA DALAM  PERUSAHAAN

 

PENDAHULUAN

Tujuan utama perusahaan adalah untuk memaksimalkan laba. Pengertian laba secara operasional merupakan perbedaan antara pendapatan yang direalisasi yang timbul dari transaksi selama satu periode dengan biaya yang berkaitan dengan pendapatn tersebut. Menurut Harahap (2005:263) laba merupakan angka yang penting dalam laporan keuangan karena : laba merupakan dasar dalam perhitungan pajak, pedoman dalam menentukan kebijakan investasi dan pengambilan keputusan, serta dasar dalam peramalan laba maupun kejadian ekonomi perusahaan lainnya di masa yang akan datang. Agar perusahaan mendapatkan laba yang tinggi biasanya terdapat campur tangan dari manajemen perusahaan itu sendiri, dalam perusahaan dikenal dengan manajemen laba. Pengertian manajemen laba secara operasional adalah suatu intervensi dengan tujuan tertentu dalam proses pelaporan keuangan eksternal, untuk memperoleh beberapa keuntungan privat atau pribadi. Oleh karena itu, saya ingin membahas penerapan manajemen laba dalam perusahaan.

 

PEMBAHASAN

Informasi yang diberikan manajemen belum dapat dijamin bahwa laporan tersubut merupakan kondisi keuangan perusahaan yang sebenarnya. Hal ini disebabkan karena perbedaan kepentingan antara pemilik perusahaan dan pemilik manajemen. Pemilik perusahaan menginginkan manajemen dapat menjamin kepentingan mereka dan adanya peningkatan laba sebagai indikasi adanya pengembalian modal yang telah ditanamkan, sementara manajemen menginginkan penilaian kinerja yang baik yang ditunjukkan dengan perolehan laba yang terus meningkat.

 

Alasan dilakukan manajemen laba:

  1. Manajemen laba dapat meningkatkan kepercayaan pemegang saham terhadap manajer. Hal ini juga karena tingkat keuntungan atau laba yang dikaitkan dengan prestasi manajemen dan juga besar kecilnya bonus yang akan diterima oleh manajer.
  2. Manajemen laba dapat memperbaiki hubungan dengan pihak kreditor. Perusahaan yang terancam tidak dapat memenuhi kewajiban pembayaran utang pada waktunya, perusahaan berusaha menghindarinya dengan membuat kebijakanyang dapat meningkatkan pendapatan maupun laba.
  3. Manajemn laba dapat menarik investor untuk menanam modal.

 

Faktor-faktor yang mempengaruhi manjemen laba:

  1. Hipotesis Bonus Plan

Bahwa perusahaan dengan bonus plan cenderung menggunakan metode akuntansi yang akan meningkatkan metode income saat ini.

  1. Debt To Equity Hypothesis

Bahwa perusahaan yang mempunyai rasio debt to equity besar maka manajer perusahaan tersebut cenderung menggunakan metode akuntansi yang akan meningkatkan pendapatan atau laba.

  1. Political Cost Hypothesis

Bahwa perusahaan yang besar, yang kegiatan operasinya menyentuh sebagian besar masyarakta akan cenderung untuk mengurangi laba yang dilaporkan.

 

Sasaran manajemen laba

  1. Kebijakan akuntansi

Keputusan manajer untuk menerapkan suatu kebijakan akuntansi yang wajib deterapkan oleh suatu perusahaan, yaitu antara menerapkan akuntansi lebih awal dari waktu yang ditetapkan atau menundanya sampai saat berlakunya kebijakan tersebut.

  1. Pendapatan

Dengan mempercepat atau menunda pengakuan akan pendapatan.

  1. Biaya

Menganggap sebagai beban biaya atau menganggap sebagai suatu tambahan investasi atas suatu biaya.

 

Terjadinya manajemen laba

  1. Manajer dapat menentukan kapan waktu akan melakukan manajemen laba melalui kebijakannya. Hal ini biasanya dikaitkan dengan segala aktivitas yang dapat mempengaruhi aliran kas juga keuntungan secara pribadi.
  2. Keputusan manajer untuk menerapkan suatu kebijakan kauntansi yang wajib diterapkan oleh suatu perusahaan. Yaitu antara menerapkan lebih awal atau menunda sampai saat berlakunya kebijakan tersebut.
  3. Upaya manajer untuk mengganti atau merubah suatu metode akuntansi tertentu dari sekian banyak metode yang dapat dipilih yang tersedia dan diakui oleh badan akuntansi yang sah.

 

Isu-isu dalam manajemen laba

  1. Sangat mudah untuk menduga bahwa manajemen laba bertujuan untuk memenuhi harapan dari analisis keuangan atau manajemen.
  2. Manajemen laba dapat berakhir dan bertahan karena informasi yang asimetris, suatu kondisi yang disebabkan oleh informasi yang diketahui manajemn namun tidak ingin mereka ungkapkan.
  3. Manajemen laba terjadi dalam konteks suatu kumpulan pelaporan yang fleksibel dan seperangkat kontrak tertentu yang menentukan pembagian aturan di antara pemegang kepentingan.
  4. Permainan laporan laba triwulan, mungkin menjadi alasan utama dalam manajemen laba.
  5. Penilaian perusahaan secara umum diasumsikan menjadi salah satu sasaran manajemen laba.
  6. Laba negatif secara tiba-tiba lebihmerugikan daripada revisi ramalan negatif.

 

DAFTAR PUSTAKA

Belkaoui, Ahmed Riahi. (2007). ”Teori Akuntansi Buku Dua” .Salemba Empat. Jakarta

http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/18037/4/Chapter%20II.pdf

http://sna.akuntansi.unikal.ac.id/makalah/033-AKPM-52.pdf

http://eprints.undip.ac.id/35535/1/Skripsi_EKASIWI.pdf

http://fekool.com/wp-content/uploads/downloads/2011/12/MANAJEMEN-LABA.pdf

 

 

 

 

 

 

 

The Reason of Choosing Islamic Banks among Students of 2010 Accounting Department Class A of Muhammadiyah Yogyakarta

The Reasons of choosing Islamic Banks among Students of 2010 Accounting Department Class A of Muhammadiyah University of Yogyakarta

 

Indarti

 

Abstract

The purpose of this research is giving explanation to readers on the reason of students in Accounting Class A choosing Islamic banks than conventional banks. This research uses qualitative method and the data were collected by interview with some question about the topic. The population of this research is the students of Accounting Department class A of Muhammadiyah University of Yogyakarta as many as twenty six students and the sample of this research is three of students of Accounting class A. This research was done in October 2012 at Muhammadiyah University of Yogyakarta. This research shows that the reasons of students of Accounting Class A choosing Islamic banks because Islamic bank gives no interest, the students are asked to help increase the national economy, and they are trained to help other people.

Keywords : Reason, Save money, Islamic banks

 

Introduction

Bank is financial institution in the world which saves money from people and gives back to the people. The Phenomenon of banking in the world has been famous, because the people want to save their money in bank, so their money will be save.

In Indonesia there are two types of banks, those are Conventional Banks and Islamic Banks. Conventional bank is a bank which implements in conventional and interest system, the examples are Mandiri Bank, BRI, BNI, BCA, etc. Whereas, Islamic Bank is a bank which implements Islamic principle and uses sharing system, such as Muamalat Bank, BRI Sharia, BNI Sharia, Mandiri Sharia, etc. Conventional bank is the bank which was developed first time in Indonesia. However, Moslems believe that interest is forbidden because it includes riba’, so Islamic banking was established.

The first Islamic banking in Indonesia was Muamalat Bank. Moslems start to interested with Islamic bank which uses Islamic principles basis, so it can make Moslems avoid riba’. The rapid development of Islamic bank in Indonesia, make a big influence to conventional bank and which eventually conventional bank is developing a bank with Islamic principle basis.

Save money in a bank is doing by many people no exception student in accounting department class A at Muhammadiyah University of Yogyakarta. Many of student in accounting department class A at Muhammadiyah University of Yogyakarta are saving money in Islamic bank. In this research will discuss what the reason of them to saving money in Islamic bank not in conventional bank.

This research, used qualitative method because the data of this research were in form of words, phrases, and sentences. The data were analyzed by interview. Population of this research is the students of Accounting Department Class A of Muhammadiyah University of Yogyakarta as many as twenty six students. Sample of this research is three of students of Accounting Department  Class A of Muhammadiyah University of Yogyakarta. This research proves that many students are saving money in Islamic banking because Islamic banking more prioritizing Islamic principles to help tithe to the poor people than conventional bank.

Literature Review

Definition of reason according to Oxford Learner’s Pocket Dictionary “Reason is cause or an explanation for something that has happened or that somebody has done; form a judgment about something after careful thought.” (p. 357)

The definition of Islamic bank from “Definition Islamic Banking” (islamicbankwki, August 2011, para. 1) “Islamic banking is a banking system that was developed based on the sharia (law) of Islam. Establishment of business system is based on the Prohibition in the Islamic religion to collect and borrow with interest or so-called “usury” as well as investment restrictions for businesses, categorized illegitimate in Islamic law (such as businesses associated with food production / “drink unclean”, the business un-Islamic media, etc.), where this cannot be guaranteed by the conventional banking system”.

The definition of sharia law according to article “Hukum Islam Pengertian dan Sumbernya” (Teguh Santoso, July 2011, para. 3 ) “Hukum Islam adalah hukum yang bersumber pada nilai-nilai keislaman yang berasal dari dalil-dalil agama islam. Bentuk hukumnya dapat berupa kesepakatan, larangan, anjuran, ketetapan dan sebagainya” (sharia law is the law from Islamic value is from arguments of Islam. The law forms are deal, forbid, command, provision, etc).

Based on article “Beberapa Alasan Kenapa Kita Harus Memilih Bank Syariah” (Ahmad Royani, July 23, 2010, para. 4) the reason why choose Islamic bank are follows:

  1. Islamic bank is giving service free interest (without riba’).
  2. Trained to learn about investing.
  3. Asked to help increase national economy.
  4. Trained to help other people.

Research Methodology

The research of “Reason of Choosing Islamic Bank among Student of 2010 Accounting Department Class A of Muhammadiyah University of Yogyakarta”. In this research, used qualitative research because the data of this research were in form of words, phrases, and sentences. The data were analyzed by interview. Population of this research is the students of Accounting Department class A of Muhammadiyah University of Yogyakarta as many as 26 students. Sample of this research is three of students of Accounting Department  class A of Muhammadiyah University of Yogyakarta. This research was done in October 2012 at Muhammadiyah University of Yogyakarta.

Finding and Discussion

According to article in literature review there are 5 types of the reason why choose Islamic banking. Those are Islamic bank is giving service free interest (without riba’), invite the customers to join in line of business which funded as a allocation method of resources, trained to learn about investing, join increasing economic nation, and trained to providing loan capital to other people who needed. Here are the reasons of students of accounting A in Muhammadiyah University of Yogyakarta to save money in Islamic banks that found in this research:

  1. Islamic bank is giving service free interest (without riba’),

Islamic bank different from Conventional bank. In conventional bank is using interest system, so thai is riba’. Meanwhile, Islamic bank is a banking system was developed by sharia law, so that Islamic banking is not using interest system, because interest system in Islamic religion is haram.

“yes, of course because riba’ is prohibited in Islamic religion and that any in Al-Qur’an”. (DSS)

“yes, riba is haram”. (DPS)

From the interview conducted by the researcher, the reason of the students choose Islamic bank is Islamic banking different from conventional bank because Islamic banking does not use interest system, because interest system is haram.

  1. Trained to learn about investing

No informant mentions if save money in bank is learned about investment.

  1. Asked to help increase national economy

National economy is the economy of a nation as a whole that is an economic unit and is usual has a unique existence greater than the sum of the individual units within it.

“I know that because if I am saving money in Islamic bank that can lend to other people”. (DPS)

From the interview conducted by the researcher, the result is saving money in bank can help increase national economy.

  1. Trained to help other people

In Indonesia is still many people who needed money to open their business, so Islamic banking is offering to loan capital to other people who needed.

“yes, I know that because in Islamic banking any zakat institution, so I can zakat in Islamic banking”. (IOS)

“yes, because if any people who was opening the business, it can make increase the loan capital”. (DPS)

From the interviewer conducted by the researcher, the result is saving money in bank can help the people who was opening their business.

Conclusion

          Based on the interview conducted by the researcher with some interviewer, showed that the reason student of Accounting Department Class A save money in Islamic banks because Islamic bank is giving service free interest or without riba’, the students are asked to help increase the national economy, and they are trained to help other people.

BIBLIOGRAPHY    

Royani, Achmad. (July 21, 2010). Beberapa Alasan Kenapa Kita Harus Memilih Bank Syariah. Accessed on October 14, 2012, from Achmad Royani wordpress:

http://creativeendless.wordpress.com/2010/07/23/beberapa-alasan-kenapa-kita-harus-memilih-bank-syariah/

Santoso, Teguh. (July, 2011). Hukum Islam Pengertian dan Sumbernya. Accessed on October 14, 2012, from Teguh Santosa blogspot:

http://www.teguhsantoso.com/2011/07/hukum-islam-pengertian-dan-sumbernya.html    

Takaful, Islamic Banking. (August, 2011). Definition Islamic Banking. Accessed on October 14, 2012, from Islamic Banking blogspot:

http://islamicbankwiki.blogspot.com/2011/08/definition-islamic-banking.html

Makalah Penggabungan Usaha

Dunia usaha sekarang ini, semakin lama semakin berkembang dan persaingan dalam jenis produk, mutu atau kualitas suatu produk, maupun pemasarannya semakin ramai dan semakin ketat, sehingga seringkali timbul persaingan yang tidak sehat dan juga saling mengalahkan. Untuk mengatasi persaingan yang tidak sehat tersebut yang dapat saling merugikan antara satu perusahaan dengan perusahaan yang lainnya, perlu diadakan suatu bentuk kerjasama yang saling menguntungkan. Salah satu bentuk kerjasama yang dapat ditempuh adalah dengan mmenggabungkan dua perusahaan atau lebih baik yang sejenis maupun tidak sejenis menjadi satu.

Berdasarkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 22 Paragraf 08 Tahun 1999 menyatakan “Penggabungan Usaha adalah pernyataan dua atau lebih perusahaan yang terpisah menjadi satu entitas ekonomi karena satu perusahaan menyatu dengan perusahaan lain atau memperoleh kendali atas aktiva dan operasi perusahaan”. Sedangkan menurut Hadori Yunus (1982 : 224), “Penggabungan badan usaha adalah usaha untuk menggabungkan suatu perusahaan dengan satu atau lebih perusahaan lain ke dalam satu kesatuan ekonomi”.

Dari kedua definisi tersebut, dapat diambil kesimpulan bahwa penggabungan usaha merupakan usaha pengembangan atau perluasan usaha dengan cara menggabungkan dua atau lebih perusahaan menjadi satu kesatuan ekonomi. Dalam makalah atau paper ini, saya akan membahas lebih lanjut mengenai salah satu jenis penggabungan usaha yaitu akuisisi.

Ada beberapa pendapat dari para ahli tentang definisi akuisisi yang dapat dikemukakan sebagai berikut:

  • Menurut PSAK No. 2 Paragraf 08 Tahun 1999 menyatakan:

“Akuisis adalah suatu penggabungan usaha di mana salah satu perusahaan yaitu pengakuisis memperoleh kendali atas aktiva neto dan operasi perusahaan yang diakuisisi, dengan memberikan aktiva tertentu, mengakui suatu kewajiban, atau mengeluarkan saham”.

  • Sedangkan Michael A. Hitt, dkk (2002 : 259) menyatakan bahwa:

“Akuisisi yaitu memperoleh atau membeli perusahaan lain dengan cara membeli sebagian besar saham dari perusahaan sasaran”.

  • Definisi lainnya menurut P.S Sudarsanan (1999) dalam Christina (2003 : 9) menyatakan bahwa:

“Akuisisi dapat didefinisikan sebagai sebuah perjanjian, sebuah perusahaan membeli aset atau saham perusahaan lain, dan para pemegang dari perusahaan lain menjadi sasaran akuisisi berhenti menjadi milik perusahaan”.

  • Marcell Go dalam Christina (2003 : 9), dalam bukunya yang berjudul manajemen grup bisnis menyatakan bahwa:

“Akuisisi sering juga disebut sebagai investasi peranan modal. Akuisisi adalah penguasaan sebagian saham dari perusahaan subsidiary, melalui pembelian saham hak suara perusahaan subsidiary, dalam jumlah material (lebih dari 50%)”.

Jadi, akuisisi dapat disimpulkan sebagai pengambilalihan kepemilikan suatu perusahaan oleh perusahaan lain yang dilakukan dengan cara membeli sebagian atau seluruh saham perusahaan, dimana perusahaan yang diambil alih tetap memiliki hukum sendiri dan dengan maksud untuk pertumbuhan usaha.

Klasifikasi Akuisisi

Berdasarkan bentuk dasar akuisisi, terdapat tiga prosedur dasar yang tepat dilakukan perusahaan untuk mengambil alih perusahaan lain, yaitu:

1)      Merger atau konsolidasi

Istilah merger sering digunakan untuk menunjukkan penggabungan dua perusahaan atau lebih, dan kemudian tinggal nama salah satu perusahaan yang bergabung. Sedangkan konsolidasi menunjukkan penggabungan dari dua perusahaan atau lebih, dan dari perusahaan-perusahaan yang bergabung tersebut hilang, kemudian muncul nama baru dari perusahaan gabungan.

2)      Akusisi saham

Cara kedua untuk mengambil alih perusahaan lain adalah membeli saham perusahaan tersebut, baik dibeli secara tunai, ataupun menggantinya dengan sekuritas lain (saham atau obligasi). Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan untuk memilih antara akuisisi saham atau merger :

–          Dalam akuisisi saham, tidak diperlukan RUPS dan pemungutan suara.

–          Dalam akuisis saham, perusahaan yang akan mengakuisis dapat berhubungan langsung dengan pemegang saham target lewat tender offer.

–          Akuisisi saham seringkali dilakukan secara tidak bersahabat untuk menghindari manajemen perusahaan target yang seringkali menolak akuisisi tersebut.

–          Seringkali sejumlah minoritas pemegang saham dari perusahaan target tetap tidak mau menyerahkan saham mereka untuk dibeli dalam tender offer, sehingga perusahaan target tetap tidak sepenuhnya terserap ke perusahaan yang mengakuisisi.

3)      Akuisisi Aset

Suatu perusahaan dapat mengakuisisi perusahaan lain dengan jalan membeli aktiva perusahaan tersebut. Cara ini akan menghindarkan perusahaan dari kemungkinan memiliki pemegang saham minoritas, yang dapat terjadi pada peristiwa akuisisi saham. Akuisisi aset dilakukan dengan cara pemindahan hak kepemilikan aktiva-aktiva yang dibeli.

Alasan yang sering di kemukakan perusahaan ketika bergabung dengan perusahaan lain atau melakukan akuisisi adalah karena dengan akuisisi, perusahaan mampu mencapai pertumbuhan lebih cepat daripada harus membangun unit usaha sendiri. Selain itu, faktor paling mendasari peusahaan melakukan akuisisi adalah motif ekonomi untuk mendapat keuntungan.

Manfaat akuisisi:

1)      Mendapatkan cashflow dengan cepat karena produk dan pasar sudah jelas.

2)      Memperoleh kemudahan dana atau pembiayaan karena kreditor lebih percaya dengan perusahaan yang telah berdiri dan mapan.

3)      Memperoleh karyawan yang telah berpengalaman.

4)      Mendapatkan pelanggan yang telah mapan tanpa harus merintis dari awal.

5)      Memperoleh sisitem operasional dan administratif yang mapan

6)      Mengurangi resiko kegagalan bisnis karena tidak harus mencari konsumen baru.

7)      Menghemat waktu untuk memasuki bisnis baru.

8)      Memperoleh infrastruktur untuk mencapai pertumbuhan yang lebih cepat.

Kelemahan akuisisi:

1)      Proses integrasi yang tidak mudah.

2)      Kesulitan menentukan nilai perusahaan target secara akurat.

3)      Biaya konsultan yang mahal.

4)      Meningkatnya kompleksitas birokrasi.

5)      Biaya koordinasi yang mahal.

Proses Akuisisi

Proses akuisisi menurut P.S Sudarsaman (1999 : 50) dalam Christina (2003 : 15) terdiri dari tiga tahap, yaitu:

  1. Tahap persiapan, meliputi:

–          Mengembangkan strategi akuisisi, alasan penciptaan nilai dan kriteria akuisisi.

–          Meneliti, menyaring dan mengidentifikasi perusahaan target.

–          Evaluasi strategi terhadap sasaran dan menilai kelayakan akuisisi

  1. Tahap negosisasi, meliputi:

–          Pengembangan strategi pengarahan.

–          Mengevaluasi keuangan dan perhitungan harga perusahaan yang menjadi target.

–          Negosiasi dan transaksi pembiayaan.

  1. Tahap integrasi, meliputi:

–          Mengevaluasi kesehatan organisasi dan budaya perusahaan.

–          Mengembangkan pendekatan integrasi.

–          Menyesuaikan strategi, organisasi dan budaya antara perusahaan pengakuisisi dan perusahaan yang diakuisisi.

–          Hasil-hasil.

Metode Pencatatan dalam Akuisisi

Penggabungan badan-badan usaha tersebut dapat dipengaruhi oleh metode akuntansi yang diterapkan untuk mencatat akuisisi dan merger. Berdasarkan pendapat Beams (2002:6), ada dua macam metode akuntansi yang dikembangkan di Amerika Serikat dan kemudian dipakai di Indonesia yaitu:

  1. Polling of interest method (metode penyatuan kepemilikan).
  2. Purchase method (metode pembelian).

Metode Penyatuan Kepemilikan (polling of interest method)

Suatu penggabungan usaha yang memenuhi kriteria PSAK tahun 2007 No. 22 untuk penyatuan kepemilikan harus dipertanggungjawabkan sesuai dengan metode penyatuan. Dalam metode penyatuan kepemilikan, diasumsikan bahwa kepemilikan perusahaan-perusahaan yang bergabung adalah satu kesatuan dan secara relatif tetap, tidak berubah pada entitas akuntansi yang baru. Karena tidak ada salah satupun dari perusahaan-perusahaan yang bergabung telah dianggap memperoleh perusahaan-perusahaan yang bergabung lainnya, tidak ada pembelian, tidak ada harga pembelian, sehingga karenanya tidak ada dasar pertanggungjawaban yang baru.

Pada metode penyatuan, aktiva dan kewajiban dari perusahaan-perusahaan yang bergabung dimasukkan dalam entitas gabungan sebesar nilai bukunya. Oleh karena itu setiap goodwill pada buku masing-masing perusahaan yang bergabung akan dimasukkan sebagai aktiva pada entitas yang masih beroperasi (disatukan). Laba ditahan dari perusahaan-perusahaan yang bergabung juga dimasukkan dalam entitas yang disatukan, dan pendapatan yang bergabung untuk seluruh tahun dengan mengabaikan tanggal penggabungan usaha dilakukan.

Perusahaan-perusahaan terpisah dalam suatu penggabungan usaha masing-masing dapat menggunakan metode akuntansi yang berbeda untuk mencatat aktiva dan kewajiabannya. Dalam penggabungan secara penyatuan kepemilikan, jumlah yang dicatat oleh masing-masing perusahaan dengan menggunakan metode akuntansi yang berbeda dapat disesuaikan menjadi dasar akuntansi yang sama apabila perusahaan tersebut diperlukan oleh perusahaan lainnya. Perubahan metode akuntansi untuk menyesuaikan masing-masing harus berlaku surut, dan laporan-laporan keuangan yang disajikan untuk periode-periode sebelumnya harus disajikan kembali (restated).

Prosedur Akuntansi Akuisisi Metode Polling Of Interest

–          Semua aktiva dan kewajiban milik perusahaan yang bergabung dinilai pada nilai buku saat diadakan penggabungan.

–          Besarnya nilai investasi pada perusahaan yang bergabung sebesar jumlah modal perusahaan yang digabung atau sebesar aktiva bersih perusahaan yang digabung.

–          Bila terjadi selisih antara jumlah yang dibukukan sebagai modal saham yang diterbitkan ditambah kompensasi pembelian lainnya dalam bentuk kas ataupun aktiva lainnya dengan jumlah aktiva bersih yang diperoleh, maka harus diadakan penyesuaian terhadap modal perusahaan yang akan digabung.

–          Laporan keuangan gabungan adalah penjumlahan dari laporan keuangan milik perusahaan yang bergabung.

Metode Pembelian (Purchase Method)

Metode pembelian didasarkan pada asumsi bahwa penggabungan usaha merupakan suatu transaksi yang salah satu entitas memperoleh aktiva bersih dari perusahaan-perusahaan lain yang bergabung. Berdasarkan metode ini perusahaan yang memperoleh atau membeli mencatat aktiva yang diterima dan kewajiban yang ditanggung sebesar nilai wajarnya.

Biaya untuk memperoleh perusahaan (biaya perolehan) ditetapkan dengan cara yang sama seperti pada transaksi lain. Biaya ini dialokasikan pada aktiva dan kewajiban yang dapat diidentifikasikan sesuai dengan nilai wajarnya pada tanggal penggabungan. Menurut PSAK tahun 2007 No.19 setiap kelebihan biaya perolehan atas nilai wajar aktiva bersih yang diperoleh dialokasikan ke goodwill dan diamortisasikan selama maksimum 20 tahun.

Prosedur Akuntansi Akuisisi Metode Purchase

–          Menyesuaikan nilai aktiva dan kewajiban milik perusahaan yang akan digabung sebesar nilai wajarnya.

–          Mencatat transaksi penggabungan sebesar nilai investasinya (biaya perolehan). Jika pengakuisisi mengeluarkan saham, maka nilai wajar saham tersebut sebesar harga pasar pada tanggal transaksi penggabunga. Bila harga pasar tidak dapat digunakan sebagai indikator, maka diestimasi secara proporsional perusahaan pengakuisisi atau yang diakuisisi (mana yang lebih dapat ditentukan).

–          Membuat jurnal pemilikan aktiva dan kewajiban dari perusahaan yang digabung. Apabila terjadi selisih antara nilai investasi dengan aktiva bersih yang diterima perusahaan pengakuisisi, maka selisih tersebut dicatat ke dalam rekening goodwill pada kelompok aktiva.

Daftar Pustaka

http://dwiermayanti.wordpress.com/2009/10/15/penggabungan-badan-usaha-akuisisi/

http://diaryintan.wordpress.com/2011/03/26/metode-penggabungan-usaha-2/